Rabu, 02 November 2016

Memotret Pembangunan Indonesia : Pendidikan Bagi Generasi Bangsa Yang Lebih Baik

Dalam sejarah pendidikan indonesia tercatat nama ki hajar dewantara sebagai bapak 
pendidikan indonesia, beliau mendirikan sekolah pertama yang dibangun oleh pribumi pada 
tahun 1992 yaitu sekolah taman siswa.

Tujuan ki hajar dewantara mendirikan sekolah taman siswa adalah senantiasa agar 
masyarakat pribumi  mendapatkan pendidikan yang layak, yang menjadi media untuk 
memperjuangkan kemerdekaan indonesia, yaitu kemerdekaan secara lahiriah maupun 
batiniah.

Perjuangan ki hajar dewantara untuk mendirikan sekolah taman siswa bukanlah hal yang 
mudah karena banyak mendapat tantangan dari kolonial belanda waktu itu. namun ki hajar 
dewantara tidak patah arang beliau tetap mengusahan agar sekolah taman siswa ini terus 
berkembang, karena beliau yakin pendidikan itu sangat penting, dengan pendidikan,warga 
pribumi menjadi orang yang bertakwa kepada tuhan, yang cerdas dan memiliki 
keterampilan untuk diri mereka sendiri dan juga negara indonesia.

Lalu apakah cukup sekian perjuangan pendidikan di indonesia ? sejati nya tidak, meskipun 
negara kita sudah merdeka, pendidikan untuk warga indonesia adalah hal yang sangat 
penting untuk terus dikembangkan, lalu bagaimana keadaan pendidikan indonesia saat ini ?

Seperti dilansir oleh jpnn.com, Indonesia layaknya harus intropeksi diri, pasalnya 5 
lembaga survey internasional, mengeluarkan peringkat pendidikan dari berbagai negara 
termasuk indonesia





























Dari  survey diatas kita bisa melihat pendidikan indonesia yang masih tertinggal dengan 
negara negara lain, inilah yang harus menjadi perhatian pemerintah agar pendidikan 
indonesia menjadi lebih baik.

Mengapa Pendidikan Indonesia Masih Tertinggal, Apa penyebabnya ?


Gedung  hampir roboh, atap terbuka, lantai yang beralaskan tanah, kursi tidak nyaman, 
itulah pemandangan sekolah sekolah yang kurang layak digunakan, sarana sekolah yang 
seperti ini masih banyak ditemukan di berbagai daerah di indonesia.



























Terlihat jelas dalam potret potret diatas masih banyak sekolah yang kurang layak dan perlu 
dibangun, Keadaan kelas yang memprihatinkan ini membuat murid tidak nyaman dalam
memperoleh pendidikan di kelas, terkadang atap yang seperti akan runtuh membuat 
mereka harus khawatir dan was was akan keselamatan mereka juga sehingga 
mengganggu konsentrasi siswa dalam menangkap pelajaran.

Hal lain yang tidak kalah memprihatinkan adalah akses sekolah yang sulit di daerah 
daerah terpencil yang membuat para siswa nya harus berjuang lebih keras untuk bisa 
sampai sekolah, berikut potret anak anak SD dari kabupaten bone, sulawesi selatan yang 
harus melewati bekas  jembatan yang sudah ambruk untuk berangkat ke sekolah, hal ini 
sangat membahayakan mengingat mereka bisa jatuh kapan saja dari tempat itu.



















Selain dari kabupaten bone, daerah lain yang menunjukan keadaan hal yang sama adalah 
keadaan pelajar sekolah di daerah batu busuk kota padang, mereka harus menggunakan 
jembatan kawat yang sangat berbahaya untuk dilewati demi mendapatkan pendidikan





















Itulah beberapa potret perjuangan anak bangsa untuk menempuh pendidikan, sudah 
selayaknya anak anak indonesia mendapatkan pendidikan seperti yang sudah 
dicanangkan oleh pemerintah indonesia, seperti yang tercantum dalam Undang undang 
Tentang pendidikan pasal 31 ayat (2) yaitu  "Setiap warga negara wajib mengikuti 
pendidikan dasar dan pemerintah wajib membiayai nya", dari pasal tersebut tercatat 
pemerintah wajib membiayai pendidikan warga negara nya, lalu bagaimana kondisi di 
lapangan sekarang ? apakah pemerintah sudah melakukan hal itu ? lalu bagaimana 
dengan potret berikut ?




















Apakah mereka tidak layak untuk sekolah ? apakah mereka hanya ingin bekerja ? angka 
putus sekolah, menurut data pendidikan 2010,  sebanyak 1,3 juta anak usia 7-15 tahun 
terancam putus sekolah. Menurut Laporan terbaru Organisation for Economic Cooperation 
and Development (OECD), Education at Glance 2015, Indonesia, ada di urutan kedua 
dengan angka putus sekolah 60 persen untuk tingkat SMA. 

Angka putus sekolah ini bisa disebabkan oleh banyak hal, dan yang paling utama adalah 
kemiskinan, bahkan saya pernah melihat sendiri kehidupan di desa saya di daerah malang 
jawa timur, karena tidak sanggup membiayai anaknya, orangtuanya membiarkan anaknya 
menikah di usia yang masih terbilang cukup kecil untuk menempuh biduk pernikahan, ini 
sangat memprihatinkan, seorang anak di umur yang produktif untuk menempuh pendidikan 
malah harus menyerah dan akhirnya menikah, ini lah yang harus diperhatikan 
lagi oleh pemerintah, pasalnya mereka adalah generasi penerus bangsa yang layak 
mendapatkan pendidikan dan pemerintah juga wajib membiayai nya.

Potret miris lain di bidang pendidikan adalah korupsi uang pembangunan sekolah yang 
seharusnya untuk menjadikan sekolah lebih baik malah untuk kebutuhan pribadi berbagai 
pihak salah satu contoh yang terjadi di SMKN 1 kare kabupaten madiun jawa timur.
Tindakan yang tidak selayaknya dilakukan oleh seorang kepala sekolah yaitu  
menggunakan uang dari pemerintah untuk pembangunan sekolah untuk kebutuhan 
pribadi, dijelaskan anggaran yang turun mencapai Rp.1,328 miliar. Dari total uang yang 
cair, sebesar Rp.744 juta diaplikasikan menjadi bangunan. Sedangkan Rp.584 juta 
dipergunakan untuk kepentingan pribadi kepala sekolah tersebut.



















Ini hanya satu contoh kasus korupsi uang pembangunan sekolah, di luar sana kasus 
serupa pun bisa saja terjadi. hal lain yang berhubungan langsung dengan bidang 
pendidikan sejatinya adalah guru, guru sangat berperan penting di dunia pendidikan, 
menurut data yang dihimpun oleh Analytical and Capacity Development Partnership 
(ACDP), perbandingan antara guru dan murid di Indonesia adalah terendah di 
dunia, data terakhir mencatat rasio murid guru di idnonesia adalah 15 : 1, perbandingan 
guru dan murid ini sangat jauh, mengingat setiap murid memiliki karakter dan juga 
permasalahan masing masing, selain permasalahan rasio murid guru, kompetensi yang 
dimiliki guru di indonesia pun masih terbilang rendah, menurut data kementerian 
pendidikan dan kebudayaan menunjukkan dari 1,6 juta guru di Indonesia, lebih dari 1,3 juta 
memiliki nilai ujian di bawah 60 dari rentang nilai 0 hingga 100. 


Selain pendidikan untuk murid, pendidikan untuk guru pun juga harus dikembangkan,selain 
itu gaji guru yang layak belum sepenuhnya merata. seperti dilansir selasar.com , gaji guru 
PNS golongan III yang sudah sertifikasi memperoleh gaji pokok Rp 2.763.980 ditambah 
Tunjangan Kerja Daerah (TKD) Rp 2.900.000 dan sertifikasi Rp 2.168.700; sehingga 
penghasilan seluruhnya Rp 7.832.684, dan untuk memperoleh gaji pokok Rp 3.195.000, 
TKD Rp 2.900.000 dan sertifikasi Rp 2.168.700 sehingga penghasilan seluruhnya Rp 
8.263.700. namun bagaimana nasib guru honorer ? seperti dilansir antaranews.com, 
pemerintah jambi mengatakan gaji guru honorer saat ini adalah Rp850 ribu per bulan, 
angka 850 ribu per bulan mungkin juga berlaku untuk daerah lain dan mungkin tidak, angka 
tersebut terbilang cukup kecil, mengingat kebutuhan hidup yang yang harganya terus 
melambung.

Selain hal hal diatas, penetapan akreditasi sekolah yang ada di indonesia , ditetapkan oleh 
pemerintah yaitu melalui badan akreditasi nasional, yakni segala sesuatu yang 
berhubungan dengan sistem akreditasi, mereka lah yang menilai. penilaian berdasarkan 
kriteria dan format terikat dengan sistem penilaian tiga tahap yaitu :
A (Amat Baik) dengan nilai antara 86-100
B (Baik) dengan nilai antara 71-85
C (Cukup) dengan nilai antara 56-70

Akreditasi oleh pemerintah ini kurang efektif mengingat sekarang ini banyak kasus 
kekerasan di sekolah dan juga bullying terhadap anak, seharusnya pemerintah juga 
mengikutsertakan pencegahan tindakan kekerasan dan bullying dalam akreditasi sekolah, 
seperti dilansir liputan6.com pada tahun 2015 lalu, 84% Anak Indonesia Alami 
Kekerasan di Sekolah, ini membuktikan akreditasi sekolah tidak menjamin anak anak 
terlindungi dari kekerasan.

Kurikulum di indonesia bersifat sama rata dalam 1 format kurikulum, tidak ada perbedaan 
antara 1 daerah dengan daerah yang lain, padahal setiap daerah memiliki ciri dan potensi 
masing masing yang bisa dikembangkan, selain itu kurikulum di indonesia juga sering 
berubah berubah misalnya 10 tahun terakhir yang dipakai dari kurikulum tahun 1994, tahun 
2004, tahun 2006 , dan yang terakhir yang belum sepenuhnya terealisasi adalah kurikulum 
tahun 2013, selain kurikulum standar nilai , bahkan nama untuk ujian juga sering berubah 
dari Ebtanas,UAN, UN. 

Pendidikan di indonesia  mengedepankan standar nilai pelajaran yang tinggi, sedangkan 
kemampuan dan daya serap masing masing anak itu berbeda. pendidikan di indonesia 
lebih menekankan anak agar bisa memiliki nilai yang bagus dalam hal teori, sedangkan 
penilaian untuk praktikum belum sepenuhnya di terapkan, penerapan nilai moral di sekolah 
yang sejatinya harus di dapatkan anak anak juga belum terealisasikan dengan baik, 
salah satu contoh  :
-- Pemukulan guru oleh murid sendiri

Kasus di Kabupaten Bengkulu Utara. tepatnya Di SMP Negeri 3 Kerkap di Desa Tanjung 
Putus Kecamatan Kerkap, salah satu guru yang bernama Osi wulandara disana harus 
menderita patah tulang hidung lantaran mendapat pemukulan dari salah satu siswanya 
disebabkan guru menegur siswanya yang melakukan kesalahan di kelas, yaitu duduk di tas 
meja ketika jam pelajaran berlangsung.

Harapan untuk pendidikan Indonesia


Setelah sekelumit permasalahan diatas, harapan saya dan harapan kita semua untuk 
pendidikan indonesia diantaranya adalah 

- Pembangunan sekolah yang kurang layak , agar siswa siswi dapat belajar dengan baik
  tanpa harus was was dan khawatir keselamatan mereka dan juga mereka nyaman dalam 
  menangkap materi yang diberikan

- Pembangunan jembatan permanen yang menggantikan jembatan gantung atau jembatan 
  yang sudah tidak layak , sehingga siswa siswi mudah menuju ke sekolah, sehingga tidak 
  ada lagi alasan bagi mereka untuk tidak masuk sekolah karena susahnya akses.

- Angka putus sekolah di indonesia berkurang

- Penyaluran uang pembangunan sekolah yang tepat sasaran 

- Tidak adanya kekerasan atau bullying

- Siswa siswi indonesia mendapatkan pendidikan moral selain mendapatkan teori

- Penambahan jumlah pengajar atau guru

- Guru bisa mendapatkan gaji yang layak

- Siswa siswi senang dalam belajar tanpa harus dipaksakan

- Pendidikan merata ke seluruh negeri 

- Potensi masing masing anak anak bisa lebih dikembangkan

- Pendidikan indonesia meningkat dan bisa mengalahkan negara negara lain :)


Solusi untuk pendidikan Indonesia


- Pemerintah setiap tahun nya memberikan anggaran untuk melakukan pembangunan 
  sekolah sekolah di indonesia yang kurang layak 

- Pemerintah menyediakan anggaran untuk membangun akses jalan 

- Pemerintah menyediakan anggaran lebih untuk membantu anak anak yang kekurangan 
  biaya untuk tetap bisa sekolah serta anak anak yang putus sekolah agar bisa kembali 
  bersekolah

- Pemantauan terhadap uang pembangunan sekolah sekolah sehingga tidak digunakan 
  oleh berbagai pihak untuk kepentingan pribadi. dengan cara pembuatan laporan 
  penggunaan uang secara detail dari pihak sekolah kepada pemerintah

- Pemerintah memberikan beasiswa bagi anak anak indonesia yang berprestasi

- Pemerintah tidak merubah ubah kurikulum pelajaran, seharusnya pemerintah lebih bisa 
  memperhatikan potensi masing masing daerah , sehingga potensi daerah bisa 
  dikembangkan, atau kurikulum dibuat fleksibel, yang bisa dikreasikan oleh guru atau 
  sekolah sendiri, tidak terikat namun tetap ada kurikulum standar nya , yang menjadi 
  panduan guru dalam mengajar

- Akreditasi sekolah  hendaknya bisa memasukkan standar anti kekerasan dan 
  bullying di sekolah, dan juga seperti penerapan di negara yang dikenal dengan pendidikan 
  nya yaitu finlandia, akreditasi sekolah bukan hanya dilakukan oleh pemerintah melainkan 
  juga masyarakat, bagaimana anak anak mereka mendapatkan pendidikan di sekolah

- Pengupahan gaji guru yang layak, bukan hanya gaji untuk pns, melainkan gaji untuk guru 
  honorer

- Tidak hanya mengedepankan teori, pendidikan di indonesia jauh lebih baik jika 
   mengedapankan praktek langsung

- Membuat pendidikan menjadi lebih menyenangkan, dengan pemanfaatan teknologi yang 
  ada, seperti pengajaran guru dengan menggunakan komputer, dengan menggunakan 
  video animasi dan lain sebagainya

- Pemerintah membuat website edukasi untuk siswa siswi indonesia

- Pemerintah bukan hanya memperhatikan sekolah sekolah negeri melainkan juga sekolah 
  swasta, mengingat sekolah swasta di indonesia berjumlah besar

- Bukan hanya pendidikan murid saja yang diperhatikan oleh pemerintah melainkan 
  pendidikan untuk guru juga

- Menurut saya pribadi tidak perlu diberlakukan nya sistem ranking, karena potensi dan 
  kemampuan masing masing anak itu berbeda, jadi tidak bisa dipaksakan dengan 
  penilaian teori dan juga sistem ranking

- Jam istirahat untuk siswa bisa diatur lebih efisien , tidak terus menerus mendapatkan 
   pelajaran karena tingkat otak dan konsentrasi siswa hanya mampu menangkap pelajaran 
   setiap berapa menit sekali, misalnya 45 menit sekali istirahat selama 15 menit atau
   disesuaikan

- Sumber belajar siswa siswi bukan hanya dari buku, melainkan juga dari berbagai sumber 
  sumber lain seperti internet, sehingga lab computer juga perlu disediakan di sekolah 
  sekolah 

- Tidak dipisahkan nya anak pintar dan yang tidak, mereka di ajarkan di kelas yang sama

- Pendidikan berdasarkan bakat, jadi sekolah bisa mengembangkan bakat yang dimiliki
  oleh masing masing siswa nya

- Selain pemerintah , orang tua juga berperan penting dalam pendidikan anak mereka, 
  mereka bisa membantu anak anak mereka dalam menemukan bakat anak nya, dan juga 
  orang tua bisa membantu mendidik moral anak dan juga mendukung kegiatan pemerintah
  dalam menyukseskan pendidikan di indonesia


Referensi Link:


http://palapanews.com/2012/05/30/hardiknas-dikadoi-sekolah-tak-layak/
https://www.facebook.com/Tamansiswa.Pamanukan/posts/393818654017616
https://simomot.com/2015/03/12/kisah-kisah-bocah-sd-bertaruh-nyawa-menyeberang-
jembatan-rusak-saat-ke-sekolah/
http://pendidikan.id/main/forum/diskusi-pendidikan/artikel-berita/3534-4-alasan-mengapa-
sistem-pendidikan-di-indonesia-menyedihkan
https://beritagar.id/artikel/berita/6-fakta-menyedihkan-mengenai-pendidikan-di-indonesia
http://www.jpnn.com/read/2016/04/27/393409/Sedih..-Pendidikan-Indonesia-Urutan-
Bawah-di-Survei-Internasional-
http://www.reportaseguru.com/2016/07/Hidungnya-Patah-Akibat-Dipukul-Muridnya-Bu-
Guru-Osi-Wulandari-Memaafkan-dan-Jenguk-Sang-Murid-Dipenjara.html
http://www.sekolahdasar.net/2013/03/karakteristik-sistem-pendidikan-terbaik.html

1 komentar:

  1. potret pendidikan yang miris ya Pak.. semoga ke depannya kian membaik

    BalasHapus